telanjang kaki itu sehat

~ Jumat, 26 Februari 2010



















Kaki berfungsi sebagai organ penyangga tubuh, pengatur keseimbangan dan untuk mobilitas.

Seringkali tanpa disadari, kita telah menuntut kaki untuk selalu dapat melakukan fungsinya tanpa adanya perawatan yang cukup.

Tahukah anda, bahwa di telapak kaki terdapat lebih banyak urat saraf, dibandingkan dengan di wajah??

Ribuan urat saraf dan sensor terdapat pada telapak kaki, sehingga butiran kecil pasir pun dapat kita rasakan , kalau sekiranya ini masuk kedalam sepatu yang sedang kita pakai.

Hampir 30 tulang, 30 sambungan(joint) , 60 otot, lebih dari 100 ikatan dan lebih dari 200 jaringan terdapat pada telapak kaki. Ini merupakan konstruksi yang sangat komplek, yang membuat kaki menjadi suatu sistim yang teramat istimewa.


Telapak kaki dan cekungannya (arch)

Telapak kaki dibagi menjadi tiga bagian, telapak kaki bagian depan, tengah dan belakang.

Hal yang istimewa pada telapak kaki adalah susunan tulangnya, sehingga terbentuk cekungan pada telapak kaki.
Cekungan ini penting, sehingga berat tubuh dapat terbagi secara optimal dan juga agar benturan ketika melakukan aktifitas dapat diredam dengan baik.

Telapak kaki memiliki tiga buah cekungan, dua arah yang memanjang dan satu arah menyamping.


Pada gambar di atas terlihat, yaitu cekungan pada bagian dalam (arah yang memanjang), bagian luar (arah yang memanjang) dan bagian depan (arah menyamping).
Jika pada cekungan ini terjadi penurunan, yang disebabkan oleh melemahnya otot, maka keseimbangan telapak kaki akan terganggu, sehingga dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan, perubahan posisi (deformasi) , yang akhirnya dapat menimbulkan rasa sakit.


Perbandingan telapak kaki normal dan telapak kaki rata (flatfoot)

gambar atas normal gambar bawah rata (flatfoot)

Pada telapak kaki normal, terdapat cekungan, sehingga kaki tidak sepenuhnya menyentuh permukaan yang dipijak.
Bentuk ini seperti yang telah dijelaskan diatas, menyebabkan gerakan kaki lebih elastis dan lebih seimbang.

Bentuk telapak kaki ini akan berpengaruh terhadap struktur kaki.

kiri = kaki normal; tengah= kaki bentuk X; kanan= kaki bentuk O

Penyebab
Bentuk-bentuk deformasi telapak kaki ini disebabkan oleh banyak hal, antara lain kelebihan berat badan, genetik (pada flatfoot), aktifitas yang menyebabkan harus berdiri untuk jangka waktu yang lama, permukaan lantai yang tidak rata, lantai yang keras dan penyebab utama adalah pemilihan sepatu yang salah.

Sepatu
Sepatu yang pada mulanya merupakan penemuan yang bagus untuk melindungi kaki, lama kelamaan di abad moderen ini, dapat berakibat negatif.


-Alas sepatu yang keras
Kerusakan pada telapak kaki ini dimulai dari usia yang dini, terutama pada anak-anak. Anak sekolah di Jerman, 2/3 nya mempunyai problem dengan kaki yang diakibatkan salah pemilihan sepatu.
Lebih dari 80% anak sekolah tersebut memakai sepatu yang ukurannya lebih kecil dari ukuran yang seharusnya.

Pada MASA PERTUMBUHAN ini penting diusahakan agar telapak kaki MASIH memiliki ruang untuk tumbuh!

-Mode sepatu yang tidak sehat ,High Heels


Sepatu wanita yang berhak tinggi sangat tidak baik untuk kesehatan. Bentuk sepatu yang demikian akan menyebabkan pemindahan tumpuan berat badan ke arah depan.
Akibatnya otot betis akan memendek , juga perdaran darah di paha akan menjadi jelek.
Selain itu kerangka telapak kaki akan berubah permanen (mengalami deformasi), sehingga dapat menyebabkan perubahan cekungan telapak kaki.

Poster tentang bahaya High Heels


Penyakit yang umumnya diderita wanita yang gemar mengenakan sepatu dengan hak tinggi dikenal dengan nama Hallux valgus.
Hallux Valgus merupakan perubahan struktur telapak kaki, dimana tulang ibu jari kaki menyimpang ke arah luar. Ini menyebabkan infeksi dan untuk penyembuhannya harus dioperasi.

Selain itu penggunaan sepatu berhak tinggi, menyebabkan tekanan di sumsum tulang belakang bagian tengah (lumbar spine) menjadi besar, sehingga dapat juga menyebabkab sakit pinggang.


Tip membeli sepatu
Belilah sepatu hanya pada jedah waktu siang sampai sore hari, karena di waktu itu kaki akan mengembang ke bentuknya yang normal.

Carilah sepatu yang alasnya tidak terlalu keras (usahakan yang fleksibel) dan bahannya terbuat dari kulit sehingga dapat terjadi sirkulasi udara.

Ada kemungkinan dengan bertambahnya usia anda harus membeli sepatu dengan ukuran yang lebih besar, karena jaringan tubuh tidak kencang lagi seperti di usia muda, sehingga telapak kaki menjadi lebih besar.

Marilah bertelanjang kaki!!

Untuk menghindari efek negatif dari sepatu, maka usahakanlah SESERING mungkin anda berjalan telanjang kaki (tentunya ditempat yang aman).
Dengan bertelanjang kaki otot, sensor dan urat saraf akan dilatih, sehingga cekungan- cekungan yang sangat penting pada telapak kaki dapat diperkuat dan pada anak-anak akan terbentuk.

Keuntungan yang lain, rangsangan temperatur, baik panas maupun dingin pada telapak kaki akan memperkuat imun sistim (daya tahan tubuh).

Ironi

Dunia yang sudah terbalik , di negara maju seperti Jerman orang ramai bertelanjang kaki, tentunya dengan alasan yang tepat.
Di Indonesia telanjang kaki masih identik dengan kemiskinan!!!

1 komentar:

sastro mengatakan...

orang indo emang bego

Poskan Komentar